Transformasi Digital Dari Sudut Pandang Bisnis

Dari Sudut Pandang Bisnis

Kondisi Perusahaan yang tidak seimbang dapat menghambat bisnis, terutama dalam melakukan Tranformasi Digital, maka dari itu sudut pandang bisnis diperlukan untuk dapat mengatasi hal tersebut.

Terutama pada sektor keuangan, Transformasi Digital sudah merupakan kebutuhan dimana masyarakat modern semakin banyak membutuhkan layanan keuangan digital. Perusahaan yang tidak melakukan transformasi digital tentunya akan kalah bersaing di pasar dengan perusahaan yang sudah melakukan Transformasi Digital. Pada dasarnya, Transformasi Digital merupakan elemen dari Bisnis, Pengembangan, dan Operasional.

Transformasi Digital Dari Sudut Pandang Bisnis

Transformasi Digital dapat dilihat lebih sederhana, yakni untuk mendatangkan efisiensi, produktivitas, dan peningkatan penjualan. hal ini membuat suatu pemahaman baru dan sudut pandang bahwa sesuatu yang berkaitan dengan Digitalisasi bisnis harus dilakukam secepatnya. Untuk hal ini, para Pemimpin Perusahaan yang sudah memahami dan memiliki keyakinan terhadap manfaat yang di berikan dari  ber-Transformasi Digital, harus siap komitmen dan menganggarkan investasi.

Faktor terbesar yang menunda terlaksananya Transformasi Digital adalah masalah biaya diawal dan investasi untuk infrastruktur IT. Investasi dibidang infrastruktur IT sangatlah penting untuk mendukung teknis dalam melakukan Transformasi Digital. Transformasi infrstruktur IT merupakan hal yang sangat penting dan pondasi awal untuk melakukan transformasi digital.

Transformasi Digital merupakai  sebuah rangkaian kegiatan yang akan terus berkelanjutan dan tanpa henti. Apabila transformasi infrastruktur IT tidak dilakukan, maka akan memberikan kendala pada bagian Dev dan Ops dan akhirnya menghambat bisnis. Setelah itu, bisnis dapat menyebarkan kuisioner dan mendiskusikan apa saja yang perlu di digitalisasi. Dan kemudian menentukan prioritas dengan menyesuaikan kondisi infrastruktur IT. Supaya rencana Transformasi Digital dapat lebih realistis, Perusahaan harus menyeimbangkan antara rencana Transformasi Digital dengan kondisi infastruktur IT.

Melakukan Transformasi Digital Tanpa Investasi Besar

Dilihat Dari sudut pandang bisnis, Transformasi Digital adalah sebagai sarana untuk penghematan biaya operasional perusahaan. Di sisi lain, Transformasi Digital membutuhkan komitmen investasi serta melibatkan anggaran belanja modal. Perusahaan dapat menyeimbangkan prioritas digitalisasi bisnis sembari memilih infrastruktur IT yang tidak memberatkan anggaran belanja modal.

Misalnya, untuk sebuah layanan di perbankan atau asuransi, jika infrastruktur IT belum mendukung keamanan yang solid, ini bukan berarti transformasi digital tidak dapat dilakukan. Perusahaan dapat memprioritaskan layanan selain transaksi keuangan untuk lebih dulu di digitalisasi.

Hal seperti ini lebih menyediakan layanan informasi berbasis web dan aplikasi mobile, seperti:

  • Informasi dan edukasi layanan perbankan dan asuransi
  • Formulir pendaftaran
  • Formulir keluhan dan pengaduan
  • Interaksi dengan pelanggan
  • Event dan promosi

     

    Hal tersebut diatas akan mengurangi beban kerja customer service dan team sales, dan ini akan mulai membawa penghematan tanpa membutuhkan investasi yang besar. Namun meskipun begitu, kelancaran aplikasi dan keamanan data tetap harus terjaga. Perusahaan dapat menggunakan layanan Backup as a Service untuk melindungi data dan menggunakan layanan Disaster Recovery as a Service untuk menjaga kelancaran aplikasi.

    Apabla sampai terjadi Serangan malware terhadap institusi keuangan, hal ini tidak bisa diatasi hanya sekedar memakai infrastruktur cloud saja, namun harus dengan layanan lainnya yang dapat menjamin kelancaran dan keamanan. Kegagalan ketika melakukan Transformasi Digital tidak kalah buruknya dengan tidak melakukan Transformasi Digital. Oleh karena itu faktor teknis seperti kelancaran dan keamanan tetap menjadi suatu prioritas.

    (disadur : https://elitery.com/id/performing-digital-transformation-from-a-business-view)